MAAFKAN AKU YANG KALI INI INGIN MENGKRITIKMU BUNG BESAR


Saya awali tulisan ini dengan ucapan selamat ulang tahun untuk bung besar, sang putra fajar Soekarno pada tanggal 06 Juni. Sebagai pendiri bangsa bung Karno memilik jasa yang sangat besar bagi bangsa ini. Bersama bung Hatta, beliau berdua adalah proklamator yang telah berhasil memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia pada tahun 1945. Saya pribadi adalah pengagum bung Karno dalam konteks keindonesiaan. Ia adalah orang hebat yang mampu mempersatukan wilayah nusantara dari Sabang sampai Merauke. Jarak sepanjang itu hampir setara jarak dari London di Inggris hingga ke Moskow di Rusia. Artinya keberhasilan bung Karno dalam mempersatukan nusantara sudah hampir setara dengan jarak ujung Barat dan Timur benua Eropa. Ia bahkan lebih hebat dari seorang Adolf Hitler yang punya keinginan untuk menguasai Eropa tetapi tidak kunjung berhasil hingga akhir hayatnya.

Jika di awal paragraf dapat kita lihat begitu besar jasa bung Karno dalam mempersatukan bangsa ini, sehingga mengkritik beliau seperti saja mengajari ikan untuk berenang. Tetapi sebenarnya justru karena keberhasilannya mempersatukan nusantara inilah saya melihat dari sudut pandang yang lain bahwa bung besar keliru dalam mengambil kebijakan. Dalam sebuah diskusi sejarah, ada sebuah momen apik yang diabadikan dalam secarik foto ketika bung Karno menerima sumbangan uang dari masyarakat Yogyakarta yang dalam hal ini diwakili oleh pemerintah daerah istimewa Yogyakarta. Dari titik inilah sebenarnya saya mengangggap bung besar melakukan diskriminasi untuk memberikan status istimewa kepada pemerintah Yogyakarta saat itu.

Dari berbagai jawaban yang mampir mengenai pertanyaan sejarah keistimewaan Yogyakarta, saya melihat secara garis besar ada 2  alasan. Yang pertama adalah alasan bahwa Yogyakarta memberikan segalanya, baik itu dari sisi perjuangan bersenjata maupun dana dan logistik yang sangat besar untuk perjuangan bangsa Indonesia. Jadi logika dasar yang terbangun adalah, ketika suatu daerah memberikan sumbangan yang sangat besar untuk republik ini maka otomatis daerah tersebut akan memperoleh hak istimewa. Apakah fatanya memang seperti itu. jika ditelisik sejarah perjuangan bangsa Indonesia, pengorbanan yang dilakukan baik dalam hal perjuangan bersenjata maupun bantuan dana dan logistik dilakukan oleh hampir semua komponen bangsa ini. Mulai dari Aceh di sebelah Barat hingga Papua di sebelah Timur, yang berarti bukan hanya masyarakat Yogyakarta saja yang berjuang.

Ada dari Aceh mereka menyumbangkan dana dalam jumlah besar yang dipakai untuk membeli pesawat. Ada juga daerah lain yang menyumbangkan logistik dalam bentuk yang lain. Tetapi mengapa hanya Yogyakarta yang dapat perlakukan istimewa itu. Kita ini satu kesatuan bangsa sehingga harus ada kesamaan perlakuan dari pusat untuk tiap daerah. Bahwa alasan pengorbanan yang diberikan untuk keberlangsungan republik bukanlah alasan fundamental untuk memberikan status istimewa kepada satu daerah karena hampir semua daerah telah melakukannya. Bukankah sila kelima pancasila berbunyi “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Jika satu daerah diberikan hak istimewa, maka daerah lain pun yang memiliki akar sejarah yang sama harusnya diperlakukan demikian, karena jika tidak bung besar sudah melakukan kesalahan.

Yang kedua adalah alasan bahwa Yogyakarta mendapat hak istimewa karena statusnya yang tidak pernah dijajah oleh VOC maupun Belanda. Apakah betul Yogyakarta adalah satu-satunya daerah kerajaan yang tidak pernah dijajah oleh Belanda. Bagaimana dengan sekutu Belanda di masa lalu seperti kerajaan Buton di Sulawesi tenggara, apakah juga pernah dijajah. Terus bagiamana juga dengan daerah terpencil di pelosok nusantara seperti di daerah Kajang yang berada di kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan, apakah mereka pernah dijajah oleh Belanda padahal daerahnya terpencil. Jika jawabannya tidak, maka seharusnya daerah lain di nusantara dengan sejarah tanpa penjajahan Belanda sudah sepatutnya juga mendapatkan hak istimewa. Sekali lagi ini ada kaitannya dengan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jika kerajaan lain telah melebur dan menyerahkan mandat kepemimpinan kepada pemerintahan republik Indonesia, maka seharusnya ini dilakukan juga oleh semua kerajaan di nusantara tanpa terkecuali. Harus diingat bahwa sebelum penyerahan kepemimpinan kerajaan di nusantara dilakukan kepada pemerintahan republik Indonesia, kerajaan-kerajaan itu masih memiliki raja dan struktur yang jelas. Sehingga alangkah diskriminatifnya bung besar jika hanya kerajaan tertentu yang mendapat hak istimewa padahal kerajaan yang lain pun masih ada dan berjuang untuk republik ini dalam mengusir penjajah. Tetapi terlepas dari itu semua, bung Karno tetaplah bung besar di republik ini. kekaguman saya kepada beliau sangat besar, terutama kelihaian diplomatik bung besar dalam mempersatukan kerajaan di nusantara dan dalam mengusir penjajah. Selamat beristirahat bung, jasamu untuk bangsa ini akan selalu dikenang.

Panasakkang Maros, 10 Juni 2020



Comments