Tragedi kemanusiaan di Yaman
yang hening dari pemberitaan masyarakat di dunia bagi saya adalah sebuah
kemunafikan bagi sebagian umat islam. Sejak 2015, apa yang dilakukan Arab Saudi
seperti mendapatkan lampu hijau dari komunitas muslim internasional. Berita Yaman
tidak seheboh Rohingya di Myanmar maupun yang terbaru ini berita tentang Uighur
di China. Saya melihat ada kesengajaan dalam hal mencoba untuk menutupi
kekejaman Arab Saudi dan sekutunya di Yaman.
Ancaman kelaparan, blokade
bantuan kemanusiaan, serangan kepada warga sipil, seperti tidak memantik reaksi
kepedulian kaum muslimin dunia. Apakah bangsa Yaman bukan manusia. Apakah
bangsa Yaman bukan bagian dari umat islam. Apakah karena yang menyerang adalah Arab
Saudi sehingga kita buta terhadap kekejamannya. Apa yang terjadi di Yaman
bahkan sudah hampir mendekati kekejaman Zionis Israel terhadap bangsa Palestina.
Jika dengan alasan
ingin mengembalikan kekuasaan presiden yang tersingkrikan yaitu Mansour Hadi
maka Saudi dan koalisinya menyerang dan memporak-porankan yaman, apakah itu
dapat dibenarkan. Saudi dan koalisinya bukanlah tentara resmi yang mendapat mandat
dari PBB untuk melakukan serangan terhadap negara lain. Itu kesalahan dan
seharusnya Raja Salman bertanggung jawab terhadap ini. Ini tidak ubahnya
seperti penyerangan yang dilakukan oleh NATO terhadap Libya dan penyerangan
Amerika Serikat terhadap negara muslim seperti Afghanistan maupun Irak. Mereka
itu entah Saudi dan koalisinya, NATO, maupun Amerika Serikat adalah pelanggar hukum
internasional. Mereka juga menggunakan propaganda kebohongan demi melegitimasi
serangan mereka. Sehingga sebenarnya mereka ini hanyalah pembohong besar.
Saudi juga tidak punya
hak untuk mencampuri urusan negara lain. Bahkan dari segi konsep negara modern,
maka Yaman selangkah lebih maju dari Saudi. Yaman adalah negara demokratis
sedangkan Saudi adalah negara otoriter yang kaku dan tertutup. Jadi sangat
jelas, penyerangan yang dilakukan oleh Saudi dan sekutunya adalah pelanggaran
kedaulatan bangsa yaman.
Alasan-alasan yang
dikemukakan oleh Saudi untuk melegitimasi serangan mereka ke Yaman selain
memiliki kemiripan dengan propaganda NATO dan Amerika Serikat, juga mengingatkan
lagi kita seperti bercermin dengan apa yang dilakukan oleh Zionis Israel.
Alasan bahwa ini dilakukan untuk mengembalikan kekuasaan Mansour Hadi dengan
menyerang basis pejuang Houthi, seperti alasan Israel yang pernah menyerang
Lebanon dengan alasan memburu para pejuang Palestina disana. Saudi dan Zionis
Israel melakukan kesalahan yang sama, yaitu menyerang kedaulatan negara lain
dan itu sangat jelas pelanggaran hukum internasional
Kemudian strategi
perang yang dilakukan oleh Saudi memiliki metode yang sama seperti yang dilakukan
oleh Zionis Israel. Saudi mencoba memblokade pelabuhan di Aden daerah selatan Yaman,
dan seperti itu juga yang dilakukan oleh Zionis Israel dengan memblokade Jalur Gaza
di Palestina. Dan dampak dari itu semua adalah kesengsaraan masyarakat sipil.
Akses barang dan bantuan kemanusiaan sangat terbatasi dan hasilnya adalah
bencana kemanusiann. Mereka melakukan hal yang sama karena memang mereka
memeliki mentor yang sama yaitu Amerika Serikat. Sedikit banyak bagi saya
berkat campur tangan Amerika Serikat, kedua negara ini sangat terlihat memiliki
propaganda dan metode berperang yang sama, sehingga tidak mengherankan jika ada
yang bertanya bagaimana hubungan di balik layar kaca kedua negara ini.
Jika kita menganggap
bahwa Zionis Israel adalah penjahat kemanusiaan karena menjajah Palestina, maka
bagi saya Saudi pun harus diberikan label seperti ini. Kekejaman Saudi di Yaman
sehingga menimbulkan bencana kemanusiaan adalah bukti betapa kejamnya negara
yang dipimpin oleh Raja Salman ini. Bahwa mereka juga adalah negara islam, itu
benar. Tetapi apa yang dilakukan mereka terhadap sesama negara muslim adalah
tindakan yang sangat menjijikkan, sejijik saya melihat ketika Raja Salman
menginjakan kaki di Indonesia. Ia juga sangat layak disebut pembunuh rakyat Yaman
dengan kekejaman yang dilakukannya dan sialnya Indonesia pernah menjamu orang
ini.
Mari terus suarakan dukungan terhadap masyarakat
Yaman korban kekejaman Saudi seperti tidak henti-hentinya kita menyuarakan
suara dukungan untuk masyarakat Palestina. Jika umat islam itu ibarat satu
tubuh, maka seharusnya bagian tubuh yang melakukan kerusakan terhadap tubuh
lainnya seperti Saudi yang menyebabkan kehancuran terhadap Yaman seharusnya
diamputasi saja. Jika kita berbicara konteks negara, maka seharusnya Saudi
dikeluarkan saja dari keanggotaan Organisasi Konfrensi Islam (OKI) karena
menyerang negara muslim lainnya. Itu sebenarnya tugas perwakilan negara dan
bagi kita warga sipil biasa yang harus dilakukan adalah terus suarakan
kekejaman Saudi dan berikan dukungan terhadap rakyat Yaman sehingga semua
masyarakat tahu.

Comments
Post a Comment