KETIKA TENTARA TUHAN MENYERANG INDONESIA


Saya masih ingat betapa berlebihan dan tidak ilmiahnya ketika Abdul Somad mengatakan jika virus corona adalah “ Tentara Allah SWT “ yang dikirim kepada Pemerintah Komunis China sebagai jawaban atas pembantaian muslim Uighur disana. Kesimpulan yang sangat awam dari orang yang tidak paham geo politik internasional dan istilah medis ini mengakibatkan lahirnya pernyataan yang prematur bahkan cendrung tendensius. Membenci ras atau negara tertentu bukanlah alasan untuk menjadikan kita tidak berlaku adil terhadap mereka. Jika pernyataan Abdul Somad memang benar, seharusnya Allah SWT juga mengirimkan “ tentaraNya “ ke Israel sebagai negara yang membantai rakyat Palestina, atau ke India yang baru-baru ini mengeluarkan aturan diskriminatif terhadap umat muslim yang memicu konflik disana.

Dan sekarang ternyata virus corona ini telah menyebar ke Timur Tengah dan Asia Tenggara yang bahkan sudah masuk ke Indonesia. Apakah pernyataan bahwa virus corona adalah “ tentara Allah SWT “ dapat dipertanggung jawabkan seacara ilmiah ketika sudah masuk ke wilayah Timur Tengah dan Indoensia dimana wilayah ini berpenduuduk mayoritas muslim. Mengapa tidak ke Israel atau ke India saja jika memang itu adalah “ bala tentara Tuhan “ yang dikirim untuk membela masyarakat muslim. Seseorang yang mengerti fikih dan sekeolah jauh di Timur Tengah seperti Abdul Somad belum tentu dapat dijadikan rujukan perihal masalah lain yang memang bukan bidangnya.

Sebenarnya apa yang disebut virus corona itu. Virus corona adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti Pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti hidung berair dan meler, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan demam maupun gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus corona juga menular dari manusia ke manusia. Penularan virus corona dapat terjadi seperti tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita virus corona. Kemudian memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu, setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita virus corona. Atau kontak jarak dekat dengan penderita virus corona, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan. Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

Melihat penejalasan di atas menunjukkan bahwa tidak ada hubungan virus corona dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah Komunis China terhadap masyarkayat muslim Uighur disana. Bahkan faktanya, virus yang disebut oleh Abdul Somad ini sebagai “ tentara Allah SWT “ ini total kasus infeksinya telah tercatat di seluruh dunia adalah sebanyak 90.872 kasus. Dari ribuan kasus tersebut, 48.002 orang dinyatakan sembuh dari virus corona. Sementara itu, jumlah korban jiwa akibat virus corona mencapai 3.117 orang. Sebagai catatan, hingga saat ini belum ada obat ataupun vaksin untuk menangani virus corona ini. Lantas yang jadi pertanyaan, bagaimana pasien yang terinfeksi virus corona bisa sembuh. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Anung Sugihantono mengatakan, kunci untuk sembuh dari infeksi virus adalah sistem kekebalan tubuh yang kuat. Semua jenis virus, termasuk virus corona COVID-19 sangat mudah menginfeksi tubuh jika imunitas atau sistem kekebalan tubuh sedang menurun. Karena itulah, sistem kekebalan tubuh juga yang berperan dalam melawan virus tersebut. Dia menambahkan jika kita harus memahami mekanisme sekaligus memahami apa sesungguhnya virus corona ini. Namanya juga virus, pada dasarnya infeksi virus itu adalah sesuatu yang bisa sembuh sendiri ketika daya tahan tubuh baik.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk pencegahan virus corona seperti hindari bepergian ke negara-negara yang telah ditemukan adanya penularan virus corona. Kemudian gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di tempat umum atau keramaian. Kita juga harus rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol setelah beraktivitas di luar ruangan. Hindari juga kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan liar, cuci tangan setelahnya. Marilah memasak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi. Kemudian tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, selanjutnya buang tisu ke tempat sampah. Jangan juga menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan. Hindari berdekatan dengan seseorang yang sedang sakit. Dan yang terakhir mari jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.




Comments