MESUT OZIL BAGAIKAN ARTIS YANG TAK LAKU


Nama Mesut Ozil seorang pesepak bola berkewarganegaraan Jerman tetapi berdarah Turki mendadak hangat dibicarakan. Bukan karena prestasinya seperti Lionel Messi yang kembali memenangi “ballon d’Or” atau gelar pemain terbaik pesepak bola sejagat, tetapi karena pernyataannya sekaitan dengan persoalan etnis Uighur di China. Sebagai seorang muslim, tentu apa yang dilakukan oleh Ozil adalah langkah yang diapresiasi oleh sebagian kaum muslimin. Tentu dengan sentimen sesama masyarakat muslim. Tetapi Ozil lupa bahwa kapasitasnya sebagai seorang pesepak bola, tentu sangat jauh dari pengetahuan geo politik internasional. Yang tentunya sangat jauh dari kebenaran data dan apa sebenarnya yang terjadi.

Saya tidak tahu apa motifnya sehingga ia ikut campur dalam pembahasan geo politik internasional. Apakah murni pembelaan sesama kaum muslim, ataukah hanya mencari sensasi di balik memudarnya prestasi dia sebagai seorang pesepak bola. Mirip apa yang dilakukan oleh beberapa artis ketika karirnya mulai meredup, maka akan membuat sensasi. Terlepas dari sensasi yang dilakukannya benar atau salah, yang jelasnya rating ia kembali naik. Tetapi, baiklah saya mencoba untuk berpikiran positif bahwa Ozil menyuarakan dukungan terhadap etnis Uighur sebagai solidaritas sesama kaum muslim. Tapi apakah tidak ada kritikan untuk Ozil.

Yang pertama adalah jika memang Ozil ingin menunjukkan solidaritasnya terhadap penderitaan kaum muslim yang tertindas di seluruh dunia, harusnya ia terlebih dahulu mengkritik dan kalau perlu mengutuk apa yang dilakukan oleh Erdogan sebagai Presiden di negara ia berasal. Apakah Ozil tidak tahu jika Turki di bawah pemerintahan Erdogan melakukan penjajahan di utara Suriah. Ia mencaplok daerah di utara Suriah dengan alasan menciptakan zona penyangga keamanan dari gerakan Kurdi. Apakah Ozil tidak tahu jika pencaplokan yang dilakukan oleh suatu negara kepada negara lainnya adalah bentuk penjajahan. Kaum Kurdi adalah warga asli di utara Suriah, mereka juga kaum muslim. Tetapi mengapa diperangi oleh Erdogan. Mengapa juga Ozil tidak bersuara lantang terhadap itu. Belum lagi kebijakan represif Erdogan terhadap kaum Kurdi di Turki. Dan Ozil juga seharusnya sadar, jika nenek moyangnya bangsa Turki adalah pihak yang bertanggung jawab terhadap genosida yang dilakukan terhadap bangsa Armenia. Apakah ada sejarah bangsa China melakukan genosida terhadap bangsa lain sehingga Ozil lebih senang mengecam China ketimbang negara nenek moyangnya.

Selanjutnya adalah persoalan Yaman. Saya belum pernah mendapati adanya kecaman bahkan kutukan Ozil untuk kekejaman pemerintah Saudi terhadap bangsa Yaman. Apakah Ozil tidak tahu sehingga tidak menyuarakan ini. Berita Yaman sebenarnya banyak tersebar di dunia maya, hanya saja seseorang butuh kejujuran dalam menyuarakan kebenaran dan Ozil tidak pada wilayah itu. Apalagi karena yang menyerang adalah perintah Raja Salman, apakah Ozil berani mengecam bahkan melaknat Raja Salman yang telah memporak-porandakan Yaman. Apakah Ozil juga lupa jika Yaman adalah sebuah negara yang mayoritas penduduknya beragama islam. Bahkan islam disana jauh lebih banyak daripada islam di Jerman, negara dimana ia memiliki kewarganegaraan. Tetapi sampai saat ini Ozil diam-diam saja.

Kemudian adalah Jerman, negara dimana Ozil memiliki status sebagai warga negara. Ozil harus tahu bahwa Jerman adalah anggota NATO. Sebuah Pakta Pertahanan Atlantik Utara yang bertanggung jawab atas kehancuran Libya. Dengan dalih menerapkan demokrasi, NATO menghancurkan Libya yang makmur di bawah kepemimpinan Muammar Khadafi. Dan setelah itu, Libya menjadi negara gagal. Dan apakah Ozil menyuarakan kritikannya kepada pemerintah Jerman untuk mengkaji ulang keterlibatannya di dalam NATO yang telah menghancurkan Libya, negara dengan mayoritas penduduknya beragama islam. Ozil sama sekali tidak bertindak.

Selain itu, ulama Zakzaki dan umat islam lainnya dipersekusi oleh pemerintah Nigeria dan apakah Ozil bersuara lantang untuk itu. Ulama di Bahrain dan kaum muslim ditindas oleh rezim Al Khalifah dan apakah Ozil bersuara lantang untuk itu. Kashmir lagi bergejolak dan apakah Ozil bersuara untuk itu. Banyaknya kaum muslim yang tertindas tetapi sepertinya Ozil memilih-milih untuk bersuara. Jadi adalah wajar jika sebagian orang menganggap jika Ozil hanya mencari sensi untuk kembali menaikkan pamornya di tengah karirnya yang meredup.

Saya dengar Ozil telah diundang langsung oleh pemerintah China untuk berkunjung ke Xinjiang guna melihat langsung kondisi etnis Uighur. Apakah Ozil bersedia, biar waktu yang menjawabnya. Dan pilihan yang diambil akan memperjelas posisinya, apakah ia betul tulus mendukung muslim ataukah ia hanya mencari sensasi seperti artis yang sudah tidak laku.





Comments